ArifaGora

de l'utilité d'une plus

Toggle navigation

Umum

Contoh Kurikulum 2013 Mapel Perakitan Komputer

By ArifaGora on 20th February

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

 

Nama Sekolah                   :

Mata Pelajaran                  :  Perakitan Komputer

Kelas / Semester                :  X MM / 1 ( Gasal )

Materi Pokok                     :  Memahami Fungsi Peripheral dan Instalasi PC

Alokasi Waktu                  :  2 x 45 Menit (1 x pertemuan)

 A.  Kompetensi Inti

  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
  2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

B.  Kompetensi Dasar

1.3    Mengamalkan nilai-nilai keimanan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

2.1    Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

3      Memahami fungsi Peripheral dan Instalasi PC.

Indikator :

Menentukan fungsi Peripheral dan Instalasi PC.

C.  Tujuan Pembelajaran

  1. Sebelum, selama, dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat mengamalkan nilai-nilai keimanan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
  3. Setelah mengetahui fungsi Peripheral dan Instalasi PC,  siswa dapat menggunakan peralatan tersebut dengan baik dalam kehidupan.

D.  Materi Pembelajaran

  1. Fungsi Peripheral dan Instalasi PC (terlampir)

 E.  Metode Pembelajaran

  • Pendekatan      : Scientific (Ilmiah)
  • Model                : Project  Based Learning (Berbasis Proyek)
  • Metode  :
  1. Observing (Mengamati)       
  2. Questioning (Mempertanyakan)
  3. Exploring/Experimenting (Bereksperimen/Mengumpulkan Informasi)
  4. Associating (Mengasosiasi)
  5. Communicating/Networking (Mengkomunikasikan)
  6. Ceramah

Read More

Penilaian Hasil Belajar Kurikulum 2013

By ArifaGora on 5th December

READBingung bagaimana caranya untuk melakukan evaluasi dengan kurikulum 2013? Memang kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang krusial. Ada beberapa pihak yang pro, juga ada yang kontra, semua bergantung dari sudut pandang masing-masing yang menginterpretasikannya. Alangkah lebih bijaknya, jika kita mau berusaha untu tahu bagaimana caranya mengevaluasi pendidikan dalam kurikulum 2013. Meskipun tidak atau belum kita terapkan, setidaknya sudah ada sketsa tentang hal tersebut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 yang dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan belajar dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Adapun fungsi penilaian hasil belajar adalah sebagai berikut:

1. bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas.

2. umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar.

3. meningkatkan motivasi belajar siswa.

4. evaluasi diri terhadap kinerja siswa.

Komponen Penilaian Hasil Belajar Berbasis Kurikulum 2013

Terdapat beberapa komponen penting yang perlu dipahami tentang kurikulum 2013, komponen yang dimaksud meliputi : kompetensi, standar kompetensi, kompetensi inti, kompetensi dasar, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, standar penilaian pendidikan, dan standar penilaian.

    1. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.

    2.  Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

    3.  Kompetensi Inti adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara  konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan/atau keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan atau jenjang pendidikan tertentu. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi utama dalam aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang harus dipelajari dan dimiliki peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran tertentu.

    4.  Kompetensi Dasar adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap dan atau keterampilan yang dimiliki pserta didik setelah pokok bahasan tertentu.

    5. Silabus adalah rencana pembelajaran pada semester tertentu yang mencakup  kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

    6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran detil pada suatu materi pokok atau tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, tujuan, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

7. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, instrumen, dan kriteria penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.

8. Standar Penilaian untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.

Hakikat Penilaian dalam Kurikulum 2013

Terdapat tiga kegiatan yang saling terkait dalam kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik, yakni pengukuran (measurement), penilaian (assessment) dan evaluasi (evaluation). Ketiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda, walaupun memang saling berkaitan. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan suatu kriteria atau ukuran. Penilaian adalah proses mengumpulkan informasi/bukti melalui pengukuran, menafsirkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasi bukti-bukti hasil pengukuran. Evaluasi adalah proses mengambil keputusan (judgment) berdasarkan hasil-hasil penilaian.        Read More

Reaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

By ArifaGora on 23rd April

garudaSelama enam puluh enam tahun perjalanan bangsa, Pancasila telah mengalami berbagai batu ujian dan  dinamika  sejarah  sistem  politik,  sejak  jaman  demokrasi  parlementer,  era  demokras terpimpin,  era  demokrasi Pancasila, hingga demokrasi multipartai di era reformasi saat ini. Di setiap jaman, Pancasila  harus  melewati  alur  dialektika  peradaban  yang  menguji  ketangguhannya  sebagai  dasar  filosofis  bangsa  Indonesia yang terus berkembang dan tak pernah berhenti di satu titik terminal sejarah.  Sejak 1998, kita memasuki era reformasi. Di satu sisi, kita menyambut gembira munculnya fajar reformasi  yang diikuti gelombang demokratisasi di berbagai bidang.

Pada era globalisasi, ancaman terhadap negara tidak dapat lagi diterjemahkan sebagai ancaman militer saja. Melainkan banyak ancaman non militer di bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya yang juga perlu diperhitungkan dan menuntut kepekaan serta kewaspadaan dari semua pihak.

Kondisi itu menyebabkan sebagian masyarakat Indonesia berfikir dan bersikap sedemikian liberal. Nuansa kebebasan  yang terjadi juga mendorong berkembangnya paham radikal dan penyimpangan terhadap keyakinan beragama maupun hadirnya budaya asing yang menggusur budaya asli Indonesia.

Pada akhirnya mendegradasi nilai Pancasila. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara menjadi terabaikan dan kurang bermakna dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai luhur yang terkandung di dalamnya seperti gotong royong, musyawarah untuk mufakat, dan toleransi dalam kemajemukan telah ditinggalkan dan banyak masyarakat menjadi lebih individualistis, kapitalistis, dan fanatis.

Ada beberapa pertanyaan yang muncul pada saat sekarang ini :

  1. Dimanakah Pancasila kini berada?
  2. Mengapa kita seolah melupakan Pancasila?
  3. Bagaimana reaktualisasi nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

Read More

Posts pagination

Previous page Page 1 … Page 3 Page 4 Page 5 … Page 11 Next page
SELAMAT DATANG DAN TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI WEBSITE KAMI
Islamic Calendar

Artikel Terbaru

  • Hidup
  • Membuat Program Selisih Nilai dengan Array
  • Koneksi iReport dengan SQL Server
  • Sedikit Tentang Al-Qur’an
  • Agar Puasa Terasa Lebih Mudah

Kategori

  • Cerita (19)
    • Tokoh Dunia (4)
    • Tokoh Islam (13)
  • IT (22)
    • Android (4)
    • Game (7)
    • Java (7)
    • Umum (6)
  • Serba-Serbi (1)
  • Wacana (48)
    • Blog (7)
    • Islami (7)
    • Kesehatan (17)
    • Umum (33)

Live Support

ArifaGora

Web Info

Green Day-Wake me up when September ends by Betza.



© 2026Editor by Arifagora

  • Home
  • BackLinks
  • About
  • Contact