ArifaGora

de l'utilité d'une plus

Toggle navigation

Negara

Indonesia Negara Plagiarisme, Mungkinkah?

By ArifaGora on 28th October

3Dalam syair sebuah lagu yang berjudul Ibu Pertiwi, dalam bait terakhirnya “…kini Ibu sedang lara, merintih dan berdoa..”. Lagu tersebut tercipta sudah lama, namun kandungannya tepat jika dirasakan saat ini. Ibu Pertiwi, yakni Negeri Indonesia kita ini, memang sedang lara, melihat anak-anaknya yang berperilaku tak mencerminkan budaya asli Indonesia, yang ramah tamah, sopan, juga pemalu. Mestinya, seperti itulah anak Ibu Pertiwi bersikap dan bertindak. Potret buram, hitam, kelam tak pernah lepas dari anak-anak negeri ini. Banyak hal yang menduduki sepuluh besar bukan prestasinya, melainkan hal negatifnya. Terlepas dari benar atau tidak berita-berita yang dirilis dari sumber-sumber terpercaya menyatakan hal demikian. Misalnya, tingginya angka korupsi masuk sebagai sepuluh besar negara terkorup di dunia. Tingkat pendidikan yang rendah di kawaasan Asia Tenggara.

Read More

Reaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

By ArifaGora on 23rd April

garudaSelama enam puluh enam tahun perjalanan bangsa, Pancasila telah mengalami berbagai batu ujian dan  dinamika  sejarah  sistem  politik,  sejak  jaman  demokrasi  parlementer,  era  demokras terpimpin,  era  demokrasi Pancasila, hingga demokrasi multipartai di era reformasi saat ini. Di setiap jaman, Pancasila  harus  melewati  alur  dialektika  peradaban  yang  menguji  ketangguhannya  sebagai  dasar  filosofis  bangsa  Indonesia yang terus berkembang dan tak pernah berhenti di satu titik terminal sejarah.  Sejak 1998, kita memasuki era reformasi. Di satu sisi, kita menyambut gembira munculnya fajar reformasi  yang diikuti gelombang demokratisasi di berbagai bidang.

Pada era globalisasi, ancaman terhadap negara tidak dapat lagi diterjemahkan sebagai ancaman militer saja. Melainkan banyak ancaman non militer di bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya yang juga perlu diperhitungkan dan menuntut kepekaan serta kewaspadaan dari semua pihak.

Kondisi itu menyebabkan sebagian masyarakat Indonesia berfikir dan bersikap sedemikian liberal. Nuansa kebebasan  yang terjadi juga mendorong berkembangnya paham radikal dan penyimpangan terhadap keyakinan beragama maupun hadirnya budaya asing yang menggusur budaya asli Indonesia.

Pada akhirnya mendegradasi nilai Pancasila. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara menjadi terabaikan dan kurang bermakna dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai luhur yang terkandung di dalamnya seperti gotong royong, musyawarah untuk mufakat, dan toleransi dalam kemajemukan telah ditinggalkan dan banyak masyarakat menjadi lebih individualistis, kapitalistis, dan fanatis.

Ada beberapa pertanyaan yang muncul pada saat sekarang ini :

  1. Dimanakah Pancasila kini berada?
  2. Mengapa kita seolah melupakan Pancasila?
  3. Bagaimana reaktualisasi nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

Read More

SELAMAT DATANG DAN TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI WEBSITE KAMI
Islamic Calendar

Artikel Terbaru

  • Hidup
  • Membuat Program Selisih Nilai dengan Array
  • Koneksi iReport dengan SQL Server
  • Sedikit Tentang Al-Qur’an
  • Agar Puasa Terasa Lebih Mudah

Kategori

  • Cerita (19)
    • Tokoh Dunia (4)
    • Tokoh Islam (13)
  • IT (22)
    • Android (4)
    • Game (7)
    • Java (7)
    • Umum (6)
  • Serba-Serbi (1)
  • Wacana (48)
    • Blog (7)
    • Islami (7)
    • Kesehatan (17)
    • Umum (33)

Live Support

ArifaGora

Web Info

Green Day-Wake me up when September ends by Betza.



© 2026Editor by Arifagora

  • Home
  • BackLinks
  • About
  • Contact